Learn Strobist Part-I

by admin
Posted April 14th, 2009 at 1:19 am

Kalau belum tau namanya strobist, gua jelasin sedikit tentang strobist, strobist adalah teknik pemakaian flash secara external, jadi tidak digunakan diatas hotshoe kamera, melainkan dengan bantuan trigger, atau Flash yang bisa digunakan sebagai master(bila flash yg mau ditrigger  bisa sebagai slave).

Contoh trigger adalah ST-E2 merk canon yang harganya sekarang sudah termasuk mahal yakni sekitar Rp1,8jt barunya. Tetapi jangan takut karena ada 3rd party yang sudah bisa digunakan sebagai trigger utk canon, salah satunya yakni trigger PT-04TM Made in China(masih byk trigger dijual di toko fotografi sekarang, tanyain saja langsung). Saya sendiri membeli trigger melalui online di bursa FN lihat saja di direktori  perlengkapan studio atau flash.

Ok, itu perkenalan singkat tentang strobist, saya sendiri masih baru di teknik strobist ini, bila diperhatikan teknik strobist ini sih gampang tp bila kalian sendiri telah terjun langsung baru deh terasa susahnya utk menggunakan teknik ini. Kenapa susah? karena pengaturan cahaya sudah manual tidak TTL lagi yang di setting otomatis oleh kamera ke flash apabila digunakan di body kamera langsung.

Pengetesan strobist saya tes di luar(karena saya emg lebih prefer di outdoor drpd indoor), yakni di daerah asia afrika(dekat braga). rame juga, padahal sudah jam 11 mlm, sampai saya dan teman saya pulan jam 12an, masih aja ada yg datang untuk mengambil foto di daerah itu(emg kalau bandung mlm2 gak ada tempat laen selain asia afrika x yak.

Kamera yang digunakan adalah 5D, dengan lensa Fix 35mm f/2.0 (I Love Fix Lens!  ), alat2 lainnya: trigger PT-04TM | receiver 2 pcs | 2 tripod | 2 flash | and my 2 friends, contoh gambar alat2nya bisa dilihat di isi blog saya sebelum2nya yg berjudul auLL Studio Mini

Contoh hasil stobist di braga :

 me in braga
Me


Ali


Ariawan

*Semua setting diatas: 1/40s | f/2.0 | ISO 3200 | Modelnya cow semua, hehe… emg lagi iseng, abis makan, pengen nyobain strobist di braga.

Lighting yang digunakan adalah 580EXII dan 430EXII, dimana 580EXII menggunakan diffuser umbrella putih, dan 430EX tanpa diffuser. 580 EXIIditaruh di sebelah kiri saya, dan 430EX ditaruh dibelakang model.

Well this is just my first trying strobist, ada kesalahan fatal, yakni tidak membawa tripod karena head tripod hilang terpaksa menggunakan ISO tertinggi(3200). Kesalahan yang bisa dilihat pada gambar diatas adalah white balance yang salah, masih perlu pengaturan lagi, mungkin aja sih bisa dibantu dengan gel flash(mungkin akan dibeli dalam waktu dekat). Dan mungkin juga saya akan mencoba menggunakan tambahan alat seperti snoot atau gobo untuk flash. Ohya pengaturan dari flash  juga mengalami kesulitan karena tidak biasa menggunakan settingan manual, jadi memang perlu pengalaman terlebih dahulu untuk mengatur kekuatan flash. Kata orang 2 sih pakai flash meter, tapi untuk sekrang tidak dulu deh,.. heu…

Sorry kalau ada kata2 yang salah, atau keterangan yang ngasal , maklum newbie gan,..

Tunggu aja Learn Strobist Part-II, yang pasti gak cow lagi modelnya, hehe.. well cya 4 now.. 

Similar Post:
Views: | Tags: ,
6 ResponsesLeave a comment
  • Rian
    May 1, 2009 at 02:21

    keren kok bro,…gw suka compo foto yang pertama,
    oiya nanya nih,…cahaya lampu di pojok kanan atas ketutupan apa yah ? kok bisa flat ..?

    ReplyReply

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

  • auLL
    May 4, 2009 at 11:19

    thx2,… kanan atas emg gak ada cahaya dan sengaja saya gelapin, baiknya lagi sih ditambah spot ligth utk nerangin rambut, tp blum dites lg… :)

    ReplyReply

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 1

  • dany
    September 8, 2009 at 14:42

    hay boz aul? salam kenal?
    mo nanya dong kalo pake 430EXII cara gunain salvenya gimana? kan udah ada modenya, or mesti ada flash yang lain sebagai masternya? (580/430)
    n’ bisa ga pake slave 430EXII nya pake flash body?
    thanks ya…………
    maklum nich masi awam hi hi hi

    ReplyReply

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

  • admin
    September 9, 2009 at 11:19

    dany: 430EX harus ada masternya dulu yakni 580EX atau 550EX(versi lama) atau ST-E2.
    Utk body sebagai master hanya bisa untuk body Canon terbaru yakni 7D yang kata canon bs sebagai master utk flash canon. semoga terjawab :)

    ReplyReply

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

  • Kiko
    September 17, 2009 at 12:11

    Halo mas Aulia,
    thanks for sharing tentang strobist-nya

    tp ada yang mau saya tanya sedikit
    Diatas saya lihat mas Aulia menggunakan 2 flash off-camera,
    580 EX II dan 430 EX II, tapi kenapa pakai ISO nya masih tinggi?
    apa ada alasan khusus? atau mau ngejar ambience light juga?

    makasih sebelumnya.. :D

    ReplyReply

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

  • admin
    September 17, 2009 at 20:41

    Pertanyaan yang bagus sekali kiko,
    Ya, alasan utamanya saya sengaja menggunakan ISO tinggi untuk mengejar “BG light”. Bisa saja menggunakan ISO rendah tetapi otomatis shutter speed juga akan semakin lambat, Untuk portrait, freezing org lebih dr 1/4 detik mungkin agak susah, (kita harus tahu juga bahwa flash bisa ngefreeze orang/benda yang mengenainya), tetapi seperti tulisan artikel saya diatas, kesalahan saya sendiri tidak membawa tripod, jd utk mengambil shutter speed lambat tidak memungkinkan. btw, settingan flash saya menggunakan kekuatan terendah + diffuser.

    Kebanyakan org menggunakan speed cepat, setting flash kuat, dan menghasilkan BG yang gelap,.. Kalau hendak mengambil BG gelap, kenapa tidak fotonya di studio saja? well that’s just my thought :)

    ReplyReply

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

Add a commentGet a Gravatar

* Name

* Email Address

Website Address

You can usethese tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> <font color="" face="" size=""> <span style="">
Chat Box
Recent Post
Search