Fotografi

by admin
Posted December 20th, 2008 at 6:21 am

 So, let’s start….

Pertama kali tertarik dengan fotografi yaitu pas ngelihat camera Zandi merk Canon 350D, bikin ngiler bentuk en fungsi dari kamera tersebut

Yah begitulah ceritanya, padahal gak ada niat mau beli kamera SLR karena bentuknya yang mayan gede en susah dibawa kemana2, pertama2 niatnya sih cuman kepengen jepret2 gituan tapi jd addict, rupanya ada banyak trik2 fotografi yang bisa dipelajari

salah satu alasan besar gua milih kamera DSLR, karena kualitas gambar yang bagus tentunya, en pengambilan gambar pada daerah kurang cahaya/gelap, pengaturan ISO(semakin besar ISO maka semakin banyak cahaya yang masuk tetapi kualitas gambar menurun, sebaliknya semakin kecil ISO maka semakin sedikit cahaya yang masuk tetapi kualitas gambar OK BGT!)

Seni fotografi?

Yang gua tau intinya sih, harus berpengalaman aja tuh, semakin anda sering memakai kamera, en niat utk mendapatkan hasil yang bagus pasti dapet sendiri ilmunya,

Ilmu yang gua tau sih, kelian hrs bisa nahan kamera agar tidak terjadi shake, dan mengakibatkan blur!! kesel bet kalo dah blur, kalau gak ada tripod gunakan segala sesuatu yang ada disekitar lo lo pada untuk naro kamera untuk tidak terjadi shake misalnya di atas meja/ di lutut waktu duduk/ dllnya aja deh, cara ini bisa juga dilakukan dengan melakukan burst shot, saran gua waktu malam hari tahan kamera semampu lo, en jepret sebanyak minimal 5x, en filter hasil yang tidak blur, btw cara ini gua nemuinnya dr artikel di fotografer.net Kalau cara pengalaman sendiri, pas moto2 pd mlm hari: Paling menantang kalau motret orang pada malam hari, waktu dipraktekkan ke orang2 memang susah pasti byk blur, kalu tidak gelap abiz, tapi gua tau salah caranya, suruh mereka untuk tahan posisi selama 3x – 5x jepret, en ganti posisi, jpret lagi 3x-5x ganti posisi, en seterusnya ampe bosen huehuehue… hasilnya kemungkinan dpt deh yang ok, alias gak blur, en dgn background yang mau didapat (flash is a must to get a focus). Berbaur dengan orang yang akan difoto itu jg salah satu inti untuk mendapatkan hasil yang bagus juga ui happy hunting aja all Kalau nemu pengalaman lg ntar gua ksh tau denk
Ohya sekarang gua jadi sering hunting bersama Adit en Falah en tentunya pinjem2 lensa jg dr mereka , (maklum, bikin sakit hati liat ngeliat harga2 lensa di jpckemang.com)

Sekedar yang perlu ditau di kamera SLR setting2nya:

Meter, Aperture, dan Shutter Speed Fotografi secara ringkas sering didefinisikan sebagai ilmu melukis dengan menggunakan cahaya. Pada fotografi konvensional menggunakan film, kita ‘melukis’ dengan cahaya pada lapisan film. Istilahnya adalah membakar secara permanen film tersebut dengan menggunakan cahaya dengan intensitas tertentu. Intensitas cahaya yang masuk mengenai film atau CCD/CMOS pada kamera digital ini harus tepat. Pencahayaan berlebih akan menyebabkan hasil foto washed-out (lazim disebut over-exposure/OE) dan pencahayaan kurang akan menyebabkan hasil foto gelap (lazim disebut under-exposure/UE). Lalu bagaimana mendapatkan cahaya yang tepat? Kita mengenal apa yang disebut lightmeter dalam dunia fotografi. Lightmeter ada yang built-in di dalam bodi kamera dan ada pula yang handheld. Yang biasa kita gunakan adalah lightmeter built-in tersebut. Kita menggunakan lightmeter untuk mengukur cahaya reflektif yang masuk ke dalam lensa kita (kalau TTL) dan prosesor kamera akan menentukan apakah sudah sesuai dengan jenis film yang terpasang dalam kamera kita. Pada modus auto atau programmed auto, secara otomatis kamera akan mencarikan kombinasi yang tepat antara f/stop dan shutter speed (penjelasan menyusul). Pada modus aperture priority (A/Av) kamera akan menggunakan f/stop yang kita pilih dan menentukan shutter speed yang cocok. Sebaliknya, pada modus shutter speed priority (S/Tv) kamera akan menggunakan shutter speed yang kita pilih dan menentukan aperture yang tepat. Pada modus manual (M) kita akan harus menentukan kombinasi yang tepat dipandu oleh meter kamera tersebut. Aperture atau bukaan rana merupakan lebarnya lubang yang dibuka oleh kamera untuk mengizinkan cahaya masuk. Biasanya disimbolkan dengan angka f/stop. Angka ini sebenarnya merupakan hasil kelipatan dari sqrt(2). Yang lazim digunakan biasanya dimulai dari 1.4, 2, 2.8, 4, 5.6, 8, 11, 16, 22, dst. Yang perlu diingat, semakin besar angkanya semakin kecil bukaannya. Karena itu biasa ditulis sebagai penyebut pecahan seperti f/1.4, f/2, f/2.8, f/4, f/5.6, f/8, f/11, f/16, f/22, dst. Aperture ini juga berkaitan dengan DoF (Depth of Field) atau ruang tajam yang bisa kita definisikan sebagai ruangan di depan dan belakang obyek yang masih masuk dalam jangkauan focus. DoF ini sendiri dipengaruhi oleh 3 hal yaitu:
  1. f/stop dimana f/ yang lebih besar akan memberikan DoF yang lebih lebar (semakin banyak daerah focus).
  2. Jarak obyek dimana obyek yang focus lebih jauh akan menyebabkan DoF juga semakin lebar.
  3. Penggunaan lensa dimana lensa tele akan memberikan DoF lebih sempit daripada lensa sudut lebar (wide angle).
Shutter speed atau kecepatan rana adalah lamanya tirai rana dibuka untuk mengizinkan cahaya masuk. Angka ini disimbolkan dengan satuan detik dan kenaikan/penurunan dalam bentuk kelipatan ½. Contoh: 30s, 15s, 8s, 4s, 2s, 1s, 1/2s, 1/4s, 1/8s, 1/15s, 1/30s, 1/60s, 1/125s, 1/250s, 1/500s, 1/1000s, 1/2000s, 1/4000s, dst. Semakin lambat maka cahaya yang masuk semakin banyak. Yang diukur oleh meter kamera itulah intensitas cahaya yang masuk itu. Jika meter menunjukkan kekurangan cahaya maka kita bisa memperkecil f/stop atau memperlambat shutter speed. Sebaliknya jika meter menunjukkan kelebihan cahaya maka kita bisa memperbesar f/stop atau mempercepat shutter speed. Satu hal yang perlu diingat adalah bahwa semakin lambat shutter speed maka semakin besar peluang obyek kabur karena gerakan tangan, getaran kamera, atau gerakan obyek itu sendiri. (seharusnya gua ngetik sendiri tapi gara2 eror ilang deh, males ngetik lg jd lebih cepatnya gua ambil dari artikel orang lain) Dikutip dari: www.kamera-digital.com

Trik untuk mendapatkan efek blur background, tetapi model tetap fokus, (contoh ini pada background yang ada lampunya)

Gunakan shutter speed yang lambat(1/8, 1/4) semampu anda memegang kamera agar tidak blur semua fotonya, setelah itu jepret, tunggu sebentar, setelah lensa pas mau menutup, arahkan kamera sesuka anda,

contoh hasil photo dari trik gua ini: (klik utk gambar gede)


Robie dengan efek lampu & rokok

btw trik ini gua temuin sendiri, jd belajar sendiri juga

kalo dapat pengalaman lagi tnar gua tambahin psatinya disini,… cya..

30-09-2007

Well, setelah menghunting2 lagi, rupanya cara pengambilan trik gua diatas lebih gampangnya dengan memakai flash, dan shutter bulb, kenapa?

Flash menghentikan objek yang terkena flash itu dan background yang tidak terkena flash akan terus ditangkap oleh kamera, gunakan bulb setelah jepret arahkan kamera sesuka loe pada, en liat hasilnya, bakal ada cahaya berputar2 seperti tawon… Contoh gambarnya nanti!!!

Slow shutter test deket Savoy Homan (Bandung): (1 sec) klik utk gambar gede


Near Savoy

Similar Post:
Views: | Tags:
3 ResponsesLeave a comment
  • Farhan
    December 20, 2008 at 13:24

    dah brapa taun bro gelutin fotografi.. :top:

    ReplyReply

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

  • admin
    December 20, 2008 at 18:30

    [quote comment="1660"]dah brapa taun bro gelutin fotografi.. :top:[/quote]
    baru setaon han, msh cupu nih, :palu: setengah2 juga sih niatnya :p just as a hobby :pis:

    ReplyReply

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

  • romanticpurple
    December 28, 2008 at 10:38

    salam kenal mas :salam2: , aku juga lagi nekuni dunia fotografi dan retouchingnya nih. bongkar2 blog mu dulu ya.

    ReplyReply

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

Add a commentGet a Gravatar

* Name

* Email Address

Website Address

You can usethese tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> <font color="" face="" size=""> <span style="">
Chat Box
Recent Post
Search